OUTSOURCING SISTEM INFORMASI PADA PERUSAHAAN

Latar Belakang.

Strategi outsourcing atau menyerahkan pekerjaan pada pihak ketiga pada pengadaan layanan teknologi informasi akhir-akhir ini semakin banyak digunakan oleh perusahaan. Tentunya banyak manfaat yang diperoleh dari strategi outsourcing ini, diantaranya berupa penghematan sumber daya dan perusahan dapat lebih berfokus pada kompetensi utamanya. Tetapi, dalam kenyataannya tidak semua inisiatif outsourcing ini berjalan dengan lancar. Banyak kasus terjadi dimana outsourcing justru dapat menyebabkan perusahaan mengeluarkan sumber daya ekstra untuk mengatasi gagalnya outsourcing tersebut. Oleh karena itu, perlu dipelajari resiko apa saja yang mungkin terjadi pada proses outsourcing, bagaimana mengukur atau memprediksi resiko tersebut serta bagaimana meminimalisasi dampaknya.

Penggunaan outsourcing merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan produktifitas untuk memperoleh keunggulan kompetitif dengan cara menggeser penggunaan sumberdaya yang dimilikinya untuk mengerjakan pekerjaan yang dapat menghasilkan value terbaik. Karena itu, pekerjaan yang di-outsourcing-kan biasanya bukanlah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan inti bisnis perusahaan, melainkan pekerjaan-pekerjaan penunjang. Meski terkadang ada juga pekerjaan penting yang di-outsourcing-kan, namun hal tersebut hanya bersifat sementara dalam tenggat waktu jangka pendek.

Namun, pada prakteknya outsourcing umumnya lebih didorong oleh keinginan perusahaan untuk menekan cost hingga serendah-rendahnya dan mendapatkan keuntungan berlipat ganda. Disisi lain, kehadiran perusahaan outsourcing atau rekanan dalam pengadaan jasa di bidang Teknologi Informasi (TI) dapat dianggap sebagai alternatif yang efisien bagi banyak perusahaan. Dengan adanya perusahaan outsourcing di bidang TI, maka banyak perusahaan yang merasa dapat menghemat sumber daya baik sumber daya manusia, perangkat keras maupun biaya, sehingga perusahaan tersebut dapat lebih berfokus pada bisnis utamanya dan tidak terlalu menghabiskan energi untuk memikirkan aspek pengelolaan teknologi informasi. Manfaat yang diperoleh dari outsourcing meliputi penghematan biaya, meningkatnya fleksibilitas, kualitas layanan yang lebih baik, dan tersedia akses terhadap teknologi baru dengan resiko yang tidak terlalu besar bagi perusahaan. Outsourcing memungkinkan perusahaan lebih fokus pada apa yang benar-benar penting, sementara vendor atau penyedia layanan IT outsourcing berfokus pada keahlian terbaik mereka yaitu mengelola IT.

Fakta bahwa perusahaan makin hari makin mengandalkan rekanan di luar perusahaan untuk menangani kebutuhan teknologi informasinya tidak berarti bahwa outsourcing adalah obat yang mujarab, tidak juga berarti bahwa proses ini selalu berlangsung dengan lancar. Pengalaman outsourcing yang gagal juga sering terjadi, dimana rekanan gagal memenuhi kebutuhan yang diinginkan dan memberikan keuntungan yang diharapkan. Pengelolaan outsourcing tidaklah semudah melempar tanggung jawab ke pihak ketiga, sehingga tidak semua perusahaan berhasil dengan baik melakukan outsourcing. Beberapa perusahaan justru harus mengeluarkan sumber daya ekstra untuk mengatasi gagalnya proyek outsourcing karena berbagai sebab, misalnya karena ketidakmampuan perusahaan penyedia jasa outsourcing memenuhi tanggung jawab kualitas layanan yang sudah dijanjikan, atau biaya operasionalnya jauh lebih besar dari perkiraan semula.

Tujuan Penulisan

Paper ini ditulis untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen, Program Magister Bisnis, Institut Pertanian Bogor. Tujuan paper ini adalah untuk menganalisis dan memberikan gambaran kepada pembaca mengenai manfaat dan kerugian dari pengembangan Sistem Informasi dengan menggunakan strategi Outsourcing. Dengan demikian, diharapkan dapat ditelusuri peluang-peluang resiko apa saja yang dapat terjadi dalam proses outsourcing sehingga dapat memberikan masukan dan bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan outsourcing, khususnya di bidang TI.

Pengertian

Dalam rangka memenuhi pengadaan barang maupun jasa yang dibutuhkannya, pada dasarnya perusahaan dapat menyediakannya secara internal atau dengan cara melakukan kerjasama dengan pihak eksternal, yaitu melalui beberapa pola kerjasama diantaranya :

  • In Sourcing. Kebalikan dari outsourcing, dengan menerima pekerjaan dari perusahaan lain. Motivasi utamanya adalah dengan menjaga tingkat produktivitas dan penggunaan aset secara maksimal agar biaya satuannya dapat ditekan dimana hal ini akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Dengan demikian kompetensi utamanya tidak hanya digunakan sendiri tetapi juga dapat digunakan oleh perusahaan lain yang akan meningkatkan keuntungan.
  • Co-Sourcing. Jenis hubungan pekerjaan dan aktivitas dimana hubungan antara perusahaan dan rekanan lebih erat dari sekedar hubungan outsourcing. Contohnya adalah dengan memperbantukan tenaga ahli pada perusahaan pemberi jasa untuk saling mendukung kegiatan masing-masing perusahaan.
  • Contracting. Merupakan bentuk penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga yang paling sederhana dan merupakan bentuk yang paling lama. Langkah ini adalah langkah berjangka pendek, hanya mempunyai arti taktis dan bukan merupakan bagian dari strategi (besar) perusahaan tetapi hanya untuk mencari cara yang praktis saja.
  • ·         Outsourcing. Penyerahan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja pekerjaan yang profesional dan berkelas dunia. Diperlukan pihak pemberi jasa yang menspesialisasikan dirinya pada jenis pekerjaan atau aktivitas yang akan diserahkan. Menurut The British Computer Society, outsourcing adalah kegiatan memindahkan aktivitas dan layanan pada pihak lain diluar perusahaan. Dengan definisi yang demikian luas dari outsourcing ini, konsep ini seringkali juga disamakan dengan konsep lain seperti sub kontrak, supplier, proyek atau istilah lain yang berbeda-beda dilapangan, namun pada dasarnya adalah sama, yaitu pemindahan layanan kepada pihak lain. 

 

Tujuan Outsourcing

Ada banyak pertimbangan kenapa sebuah perusahaan mengambil outsourcing sebagai strategi untuk operasional TI yang efektif. Selain pertimbangan biaya tentunya, adalagi pertimbangan lain yang menjadi faktor pendorong terbesar seperti penyesuaian antara strategi TI dan strategi bisnis perusahaan. Saat ini misalnya, hanya sedikit perusahaan yang dapat memisahkan antara strategi TI danstrategi bisnisnya. Pada praktiknya dilapangan strategi TI dan strategi bisnis saling berkaitan, dan kemampuan TI dalam banyak kasus menentukan bagaimana strategi bisnis.

Dalam kaitannya dengan strategi, ada banyak pendekatan lain yang umumnya dilakukan dilakukan perusahaan misalnya adalah dengan memisahkan sistem strategis seperti basisdata pemasaran dari sistem komoditas seperti penggajian, penggudangan, atau aplikasi lain. Sementara beberapa perusahaan mencoba untuk mengoutsource pengembangan dari sistem yang baru atau menggunakan sistem yang lebih stabil seperti operasional dan data center.

Tujuan yang ingin dicapai perusahaan dari pelaksanaan outsourcing adalah:

  • Mempercepat keuntungan reengineering
  • Mendapatkan akses pada kemampuan kelas dunia
  • Memperoleh suntikan kas
  • Membebaskan sumber daya untuk kepentingan lain
  • Membebaskan diri dari fungsi yang sulit dikelola atau dikendalikan
  • Memperbaiki fokus perusahaan
  • Memperoleh dana kapital
  • Mengurangi biaya operasi
  • Mengurangi resiko usaha
  • Memperoleh sumber daya yang tidak dimiliki didalam perusahaan

 

 

Kontrak Outsourcing

Bentuk kontrak outsourcing dapat berupa:

  • Menambahkan pengelolaan TI dengan penambahan sumberdaya dari pihak luar
  • Mengkontrakkan sistem secara utuh pada pihakluar
  • Mengkontrakkan hanya sistem operasional dan fasilitasnya.

 

Dari bentuk bentuk kontrak diatas outsourcing dapat dikategorikan menjadi 4 macam yang menurut The Computer Sciences Corporation (CSC) Index adalah sebagai berikut:

  • Total outsourcing, outsourcing secara total pada seluruh komponen TI
  • Selective outsourcing, outsourcing hanya pada komponen-komponen tertentu
  • Transitional outsourcing, outsourcing yang fokusnya pada pembuatan sistem baru
  • Transformational outsourcing, outsourcing yang fokusnya pada pembangunan dan operasional dari sistem baru

 

 

Bidang Outsourcing Teknologi Informasi

Sebenarnya outsourcing TI dapat meliputi semua layanan TI yang dibutuhkan perusahaan, Price Waterhouse mencantumkan list pekerjaan yang dapat dioutsourcingkan antara lain:

  • Pemeliharaan aplikasi (Applications maintenance)
  • Pengembangan dan implementasi aplikasi (Application development and implementation)
  • Data centre operations
  • End-user support
  • Help desk
  • Dukungan teknis (Technical support)
  • Perancangan dan design jaringan
  • Network operations
  • Systems analysis and design
  • Business analysis
    • ·         Systems and technical strategy

 

Permasalahan Outsourcing

Ada beberapa masalah yang dihadapi perusahaan dalam penggunaan Outsourcing adalah:

  • Penentuan partner outsourcing. Hal ini menjadi sangat krusial karena partner outsourcing harus mengetahui apa yang menjadi kebutuhan perusahaan serta menjaga hubungan baik dengan partner outsourcing.
  • Belum adanya paying hukum yang memadai untuk melindungi kepentingan kedua belah pihak yang terlibat dalam outsourcing termasuk juga untuk melindungi hak-hak tenaga kerja outsource, sehingga mereka memiliki kepastian hukum.
  • Pelanggaran ketentuan outsourcing. Demi mengurangi biaya produksi, perusahaan terkadang melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku.

 

Risiko Outsourcing

Pada banyak kasus outsourcing bidang teknologi informasi, menurut Falahah (2006) dapat diidentifikasi dua konsekuensi negatif utama dan empat skenario utama. Konsekuensi negatif tersebut adalah:

  1. Eskalasi biaya

Eskalasi biaya mengacu pada semua pembengkakan biaya akibat pengerjaan operasi sistem informasi yang berjalan melebihi kontrak awalnya.

  1. Penurunan kualitas layanan

Penurunan layanan mengacu pada semua penurunan dalam tingkat layanan dibandingkan apa yang sudah disepakati pada kontrak.

Adapun empat skenario yang berhubungan dengan konsekuensi ini adalah : lock-in, mahalnya biaya amandemen kontrak, biaya transisi dan manajemen yang tidak diharapkan, dan perselisihan dan tuntutan hukum.

Scenario: Lock-in terjadi ketika klien tidak dapat melakukan kerjasama tanpa harus mengorbankan sebagian atau seluruh asetnya kepada rekanan. Karena perilaku oportunistik dari rekanan yang terlalu menekan klien sehingga akan terjadi biaya penyelamatan persetujuan kontrak.

Amandemen kontrak yang mahal terjadi akibat adanya pendefinisian ulang sebagian atau seluruh klausa kontrak. Karena pihak yang terkait dengan kontrak tidak dapat meramalkan semua keadaan yang mungkin terjadi, maka mereka akan mengandalkan pada kontrak yang tidak lengkap dan semua amandemen akan menimbulkan resiko biaya.

Biaya transisi dan manajemen yang tidak diharapkan mengacu pada tidak terlihatnya dan/atau salah perhitungan terhadap biaya tidak langsung. Biaya transisi meliputi biaya setup, biaya instalasi ulang, biaya relokasi, transfer peralatan dan penyewaan, dan sebagainya. Biaya manajemen meliputi sumber daya yang harus ditempatkan untuk mengelola kontrak outsourcing.

Pelanggaran dan tuntutan hukum mengacu pada kontroversi yang berhubungan dengan representasi pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak, dalam bernegosiasi, menetapkan, memelihara, mengubah, atau mencari kesepakatan atas kondisi kontrak, dan proses yang berhubungan dengan perangkat hukum.

Skenario di atas tentunya bukanlah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Skenario tersebut berada di dalam batasan kelayakan yang dikendalikan oleh client. Oleh karena itu, skenario tersebut dapat diatasi melalui mekanisme mitigasi resiko yang mempengaruhi kemungkinan atau membantu untuk menghindari semua kemungkinan. Oleh karena itu, penentuan resiko hanya berarti jika kemungkinan terjadinya sebuah scenario dikurangi/diperlunak dengan perencanaan intervensi mitigasi yang efektif. Dengan kata lain, kita perlu memperhitungkan mekanisme yang diperlukan untuk pengukuran resiko.

Manfaat dan Kerugian Outsourcing

Outsourcing sendiri pada prakteknya dilapangan tidak berarti tanpa resiko sama sekali. Resiko–resiko yang terjadi hanya bisa diminimalisir, sehingga penting bagi perusahaan untuk melakukan self assesment terhadap kondisi perusahaannya. Baik keuangan, kesiapan hingga perencanaan jangka panjang kedepan. Keuntungan dari praktik outsourcing antara lain adalah:

  • Skalabilitas & Kemampuan Beradaptasi. Membangun dan memelihara infrastruktur IT membutuhkan banyak waktu. Sektor IT menjadi lebih kompetitif, sehingga mengambil terlalu banyak waktu untuk penerapan satu teknologi akan sangat berisiko. IT outsourcing memungkinkan percepatan adaptasi dan transformasi bisnis Anda terhadap perubahan pasar atau ancaman para pesaing.
  • Penghematan Biaya (Cost Saving). Kecenderungan kegiatan bisnis yang saat ini terlihat jelas adalah bahwa perusahaan menggeser aplikasi bisnis berbasis web.
  • Teknologi yang maju. IT sourcing memberikan kemajuan teknologi kepada organisasi klien dan pengalaman personil dan teknologi tersebut tergantung  kepada vendor sebagai penyedia IT outsourcing tersebut.
  • Pemusatan Aktivitas Inti. Perusahaan dapat lebih berkonsentrasi pada kegiatan operasinya dan dapat mengendalikan jumlah tugas sehingga kegiatan operasi perusahaan dapat menjadi sempurna.
  • Kebutuhan akan personil IT. Penggunaan IT sourcing oleh suatu perusahaan menggambarkan kurangnya personil IT dalam satu perusahaan tersebut, vendor memiliki resources yang lebih besar maka perusahaan yang menggunakan IT outsourcing staff dapat berasal dari vendor.
  • Fleksibilitas Penggunaan Teknologi. Outsourcing akan dipertimbangkan sebagai langkah manajemen resiko yang lebih baik dengan begitu segala resiko yang dihadapi dilimpahkan kepada vendor yang bertanggung jawab dalam memperbaharui teknologi.

 

Sedangkan kelemahan dari outsourcing adalah:

  • Produktivitas justru menurun jika perusahaan outsourcing yang dipilih tidak kompeten
  • Wrong man on the wrong place jika proses seleksi, training dan penempatan tidak dilakukan secara cermat oleh perusahaan outsourcing
  • Terkena kewajiban ketenagakerjaan jika perjanjian kerjasama dengan perusahaan outsourcing tidak diatur dengan tegas dan jelas diawal kerja sama
  • Regulasi yang belum kondusif akan membuat penentuan core dan non core juga belum jelas
  • Pemilihan perusahaan jasa outsourcing yang salah bisa berakibat beralihnya status hubungan kerja dari perusahaan pemberi jasa pekerja ke perusahaan penerima jasa pekerja
  • Salah satu komponen yang penting dalam outsourcing adalah kontrak, dan ini merupakan resiko yang harus diperhatikan jika tidak maka IT outsourcing akan menjadi masalah bagi perusahaan
  • Informasi merupakan asset berharga bagi perusahaan, jika tidak dikelola dengan baik maka akan jadi masalah bagi perusahaan tersebut
  • Dalam menetapkan strategi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan IT outsourcing
  • Maintaining hubungan dengan vendor
  • Mangerial Control issue
  • Ada biaya yang diluar jasa standar seperti biaya pencarian vendor, biaya transisi, dan biaya post outsourcing.

 

KESIMPULAN

Outsourcing merupakan satu dari sedemikian banyak cara untuk mengelola sumber daya TI. Hal yang menjadi perhatian besar adalah mengenai perjanjian kontrak outsourcing yang meliputi tingkat layanan dan biaya, kontrak dan hubungan kerja, penjadwalan hingga tujuan strategis. Dan pelaksanaan dilapangan yang meliputi kepuasan pelanggan, pengelolaan karyawan dan penyesuaian tujuan serta sasaran.

Adalah penting untuk memahami dan mempertanyakan tujuan strategis untuk melakukan outsourcing, yaitu Operasional TI yang lebih baik, Peningkatan integrasi TI pada organisasi, dan  Penyerapan teknologi terbaru bagi perusahaan. Tujuan strategis ini harus dipahami dengan baik oleh perusahaan pengguna maupun penyedia agar dapat tercipta sinergi yang lebih baik. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi kedua belah pihak.

Kesuksesan keunggulan kompetitif suatu organisasi dengan menerapkan IT outsourcing berdasarkan keuntungan dan kelemahan harus diterapkan sehingga perusahaan dapat fokus terhadap core business-nya. Dan pemilihan mengenai mana yang akan digunakan dalam suatu perusahaan, sebenarnya tergantung dari ruang lingkup, budget, resiko, tingkat kegunaan, dan sejauh mana kita memerlukannya. Kalau ruang lingkup itu tidaklah terlalu besar dan sangat sederhana, maka jalan insourcing atau self-sourcing adalah langkah yang terbaik. Tetapi kalau sudah mencangkup area yang lebih luas lagi, maka outsourcing adalah jalannya.

Dilihat dari segi resiko dan tingkat kegunaannya, ini tergantung dari bentuk dan kegiatan bisnis perusahaan. Penjelasan diatas terdapat beberapa keuntungan dan kelemahan dari outsourcing tersebut, jika perusahaan dapat mengintegrasikan keuntungan dan kelemahan tersebut maka perusahaan pasti dapat menjalankan sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. Termasuk yang paling penting adalah bagaimana penyediaan Sumber daya baik manusia maupun sistemnya sehingga sesuai dengan kebutuhan.

Dalam implementasinya diperusahaan, perlu dilakukan banyak pengkajian bagaimana peran outsourcing kedepan yang sangat bergantung pada kondisi dan kesiapan perusahaan bukan hanya pada biaya yang dapat dihemat. Perusahaan perlu menyesuaikan dan melakukan lebih banyak konsolidasi internal sebelum memutuskan untuk menggunakan jasa outsourcing.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Al fatta, Hanif, 2007, Analisis dan perancangan system informasi untuk keunggulan perusahaan dan organisasi kelas dunia, Andi offset – STMIK AMIKOM Yogyakarta

Falahah, 2006, “Resiko Outsourcing Pada Teknologi Informasi”, Proceeding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2006 (SNATI 2006), Yogyakarta.

Priandoyo, Anjar, 2005 , “Operasional Teknologi Informasi yang Efektif dengan Outsourcing”. Proceeding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2005 (SNATI 2005), Yogyakarta.

Setiawan, Antonius Singgih, 2007, “Hubungan Strategi Outsourcing Information Technology Dan Keberhasilan Outsourcing Information Technology, (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di BEJ), Tesis S2 Magister Akuntansi Universitas Diponegoro, Semarang.

Wahid, Fathul, “Adopsi Metode Pengembangan Sistem Informasi Di Indonesia: Studi Eskploratori Awal” Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2006 (SNATI 2006), Yogyakarta.

Komentar Terhadap Blog

  1. http://www.setiabudi.name/archives/1141/comment-page-2#comment-1843

Your comment is awaiting moderation.

July 30th, 2010 at 14:31

IT outsourcing merupakan jalan yang terbaik untuk solusi permasalahan IT di zaman era teknologi yang setiap saat selalu berubah dan suatu perusahaan hendaknya juga melibatkan internal resourcing untk memonitor jalannya IT outsourcing agar selalu “work on the right track”

  1. http://hnindito.wordpress.com/2009/11/28/alih-daya-teknologi-informasi/#comment-5

menurut saya untuk perusahaan alih daya IT ini menarik karena untuk masalah IT dapat teratasi dengan cepat namun dalam hal penyimpanan data ataupun privasi suatu perusahaan apakah di jamin oleh perusahaan alih daya IT tersebut?

Oleh: budhi dharma on Juli 30, 2010
at 7:41 am

Balas

Komentar Anda sedang menunggu moderasi.

  1. 3.      http://www.indodatapratama.co.id/2010/04/4-alasan-melakukan-alih-daya-digitalisasi/comment-page-1/#comment-6

budhi dharma on July 30th, 2010 at 2:50 pm:

outsourcing digitalisasi ini merupakan langkah yang penting dalam proses penyimpanan data,namun sebagai back up kadang paper data juga diperlukan jadi outsourcing digitalisasi ini jangan sampai menggantikan paper base hingga 100%

  1. 4.      http://raifertilini.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/14/konversi-sistem-informasi/#comment-5

Komentar Anda sedang menunggu moderasi.

Juli 30, 2010 pukul 8:00 am

saya setuju dengan konversi Sistem informasi malah sangat di rekomendasikan karena implementasi Sistem Informasi setiap tahun akan berubah dan selalu mengikuti perkembangan jaman namun konversi juga harus di lakukan dengan hati-hati jangan terlalu terburu buru

Balas

  1. http://raifertilini.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/14/71/#comment-6

Komentar Anda sedang menunggu moderasi.

Juli 30, 2010 pukul 8:19 am

untuk pengembangan Enterprise Resource Planning dibutuhkan effort yang tinggi karena selain membutuhkan waktu yang relatif Lama dan juga mahal namun jika sudah terimplan dengan baik akan sangat efektif dengan jalannya produksi

Balas

  1. http://raifertilini.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/12/it-outsourcing-sebagai-salah-satu-alternatif-pengembangan-sistem-informasi/#comment-7

Juli 30, 2010 pukul 8:26 am

Sebaiknya utk outsourcing IT dalam pengembangan IT kita juga harus melihat siapa vendor nya dilihat dari rekomendasi dan juga dari pengalaman dia menghandle perusahaan perusahaan dan sebaiknya yg telah menangani perusahaan besar

Balas

  1. http://simfeunlam.wordpress.com/2007/04/15/meski-penting-penerapan-bca-tetap-terganjal/#comment-141

. budhi dharmaJuly 30, 2010

Business Continuity and availability sebenarnya penting untuk keberlangsungan bisnis diharapkan untuk ke depannya negara kita juga aware dengan pentingnya memiliki BC&A ini

Reply

  1. http://raifertilini.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/07/14/perbedaan-antara-pengembangan-software-dan-system-informasi/#comment-8

Juli 30, 2010 pukul 8:44 am

dalam pengembangan Sistem Informasi di perlukan juga pengembangan Software agar saling bekesinambungan dan juga dapat menghasilkan suatu sistem Teknologi Informasi yang Handal

Balas

  1. http://pimpimarda.blog.com/2010/01/10/it-outsourcing/comment-page-1/#comment-58

budhi dharma

30-Jul-2010 31

IT Outsourcing memang di perlukan untuk pengembangan baik Utk SISFO maupun Hardware tetapi untuk dari segi keamanan data apakah bisa dijamin?apalagi untuk implan di Bank apakah ada jaminan keamanan data?

  1. https://rivafauziah.wordpress.com/2008/01/26/it-outsourcing/

untuk penerapan outsource IT di dunia bisnis sangat cocok utk pemeliharaan hardware dan software sehingga cost yang di keluarkan oleh suatu perusahaan tidak terlalu besar

     oleh budhi dharma Juli 30, 2010 at 9:15 am

Balas

  1. http://www.iimrusyamsi.com/2008/04/10/it-outsourcing-bisnis-masa-depan/#comment-740

budhi dharma Says: Your comment is awaiting moderation.
July 30th, 2010 at 4:20 pm

sebaiknya untuk vendor outsource IT juga memperhatikan SDM nya karena banyak tenaga tenaga ahli IT yang bekerja untuk vendor IT di luar negeri sehingga seharusnya vendor Outsource IT di Indonesia juga highly competent

12.  http://theoutsourcingblog.com/2009/08/12/it-development-outsourcing/comment-page-1/#comment-1769

budhi dharma says:

Your comment is awaiting moderation.

July 30, 2010 at 2:26 am

very interesting article here,but i must say that outsource IT are the most efficiency cost in any way but what about the security of it?specially on tha bank case if the users are from the bank Company is it safe if we use Outsource IT?because we know there are so many confidential data on it

13.  http://www.masjoe.com/the-best-reasons-for-your-to-outsource-web-design.html/comment-page-4#comment-2057

  1. budhi dharma
    July 30, 2010 at 4:39 PM

really good idea for the web design outsource so we can arrange our budget wisely enough to create web but the question is do they always maintain and updating the web enough?

14.  http://blogs.konsep.net/micowendy/2008/portal-outsourcing-it-consultant-pm-indonesia/comment-page-1/#comment-987

budhi dharma Your comment is awaiting moderation.
July 30th, 2010 on 4:49 pm

thanks for the info,jadi kita bisa pick vendor more wisely

15.  http://riyantosuwito.wordpress.com/2009/04/01/business-process-outsourcing-untuk-ukm/#comment-79

  1. budhi dharma mengatakan:

Juli 30, 2010 pukul 9:48 am

saya setuju implan Business Process Outsourcing IT juga dapat memajukan segmen bisnis ukm kita

Balas

  1. http://onvalue.wordpress.com/2007/10/10/perana-outsourcing-teknologi-informasi-dalam-meningkatkan-keunggulan-kompetitif/#comment-26

 

budhi dharma, di/pada Juli 30, 2010 pada 9:58 am Dikatakan: r Komentar Anda sedang menunggu moderasi.

saya sependapat dengan artikel ini sudah saatnya suatu bisnis juga dibantu dengan perkembangan IT

  1. http://ariswan.wordpress.com/2008/05/23/outsourcing-sebagai-solusi-dunia-usaha/#comment-14

 

 budhi dharma mengatakan:

Juli 30, 2010 pukul 10:00 am

artikel yang menarik,trend outsourcing IT sangat menjanjikan namun jangan melupakan dari internal jika di kolaborasikan akan menjadikan konsolidasi IT yang handal

Balas

  1. http://blog.i-tech.ac.id/deasy/2009/08/11/kasus-it-outsourcing-pengolahan-data/#comment-88

budhi dharma // Jul 30, 2010 at 8:07 pm

saya tertarik dengan artikel ini memang outsource It merupakan jalan yang baik utk pengembangan sisfo tapi jangan 100 persen terlalu tergantung dengan outsource IT

Your comment is awaiting moderation.

 

19.  http://cireks.blogspot.com/2008/07/dasar-hukum-outsourcing.html?showComment

budhi dharma mengatakan…

terima kasih atas info mengenai dasar hukum outsourcing

30 Juli, 2010

 

20.  http://www.biskom.web.id/2008/07/22/outsourcing-solusi-sistem-informasi-masa-depan.bwi/comment-page-1#comment-1602

budhi dharma
Your comment is awaiting moderation.

ya saya setuju dengan outsourcing IT sebagai solusi SISFO karena selain penghematan dan juga efisensi waktu

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.